Sayup terdengar lantunan ayat suci, membuatku tersentak, terjaga dari mimpi
Ada sesak memenuhi rongga dada, seiring melehnya air mata kerinduan
Baru saja terdengar sapaannya dalam mimpi yang seakan nyata
Yang tak pernah bosan mengingatkanku untuk menjadi yang terbaik
Masih Kurasakan Kasihmu...duhai Ibu
Kala aku mengenangmu...
Teringat senyum terakhir dari paras cantik wajahmu
Masih terasa dekap erat dan lembut belaian tanganmu yang selalu ingin kupinta
Saat sesak dalam dada menyapa, usapan tanganmu yang kutunggu
Saat mata lelah memandang dunia, lembut senyummu datang menyambut
Saat jantung enggan berdetak, kecupan cintamu yang menguatkan aku
Masih Kurasakan Kasihmu...wahai Ibu
Engkaulah penawar atas segala rasa sakitku
Engkaulah pelita dalam gelap perjalanan hidupku
Engkaulah lentera pagi yang terangi langit hatiku
Engkaulah malaikat penjagaku, penyemangat hidupku
Engkau segalanya bagiku
Ibu...Masih Kurasakan Kasihmu
Kini...tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambutku
Tak ada lagi senyum riang tanda bahagia bersamamu
Takkan ada lagi canda tawa menghiasi hari-hari bersamamu
Hanya kamar kosong tanpa penghuninya
Hanya ruang hampa yang dipenuhi sunyi di setiap jengkalnya
Ibu...Masih Kurasakan Kasihmu
Ku akui setetes keringatmu takkan pernah sanggup ku ganti
Setiap tetesan tangismu pun takkan pernah mampu ku beli
Dan kini...di dekat nisanmu kuberdiri
Tuk sekedar ungkapkan kerinduanku selama ini
Seraya merayu, menangis, dan meratap memanjatkan do'a
Yaa Rabbi...
Ampuni segala kesalahannya sebagaimana ia mengampuni kesalahanku
Hapuskan dosa-dosanya sebagaimana ia menghapus segala kesedihanku
Yaa Rabbi...
Lapangkan kuburnya sebagaimana ia melapangkan sesak dalam dadaku
Terangilah ia di dalamnya sebagaimana ia menerangi gelap perjalananku
Dan berikan ia tempat yang terbaik di sisi-Mu,
sebagaimana ia menempatkanku dalam hidupnya
Yaa Rabbi...
Ingin sekali lagi kurasakan lembut jemarinya membelai kepala ini
Ingin sekali lagi kuberbakti namun ku tahu ia takkan kembali
Yaa Rabbi...
Sampaikan salam rinduku untuk Ibu
Dari anaknya yang masih berhutang kasih sayang padanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar